Berapa Lama Gondongan Sembuh Sampai Tuntas?

Penyakit Gondongan

Berapa Lama Gondongan Sembuh?

Berapa Lama Gondongan Sembuh? Gondongan adalah infeksi virus menular yang disebarkan oleh cairan tubuh sehingga menyebabkan gejala tidak nyaman seperti pembengkakan kelenjar ludah daerah sekitar pipi dan rahang, demam, nyeri pada tubuh atau kelelahan.

Gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yaitu virus RNA (ribonucleic acid) dari keluarga Paramyxovirus genus Rubulavirus. Virus gondong ini hanya menginfeksi manusia.

Penyakit gondongan bisa terjadi dalam cuaca apapun. Jika sebelumnya pernah mengalami gondongan, maka orang tersebut tidak akan mengalaminya lagi karena biasanya tubuhnya menjadi kebal.

Gejala

Gejala atau ciri ciri yang paling khas adalah pembengkakan kelenjar ludah. Pengobatan untuk penyakit ini melibatkan penanganan gejala, sementara tubuh melawan infeksi dengan sistem imun. Gejala yang muncul, umumnya berkembang 16-18 hari setelah infeksi awal, namun bisa berkisar antara 12-25 hari yang dikenal dengan masa inkubasi.

Tanda dan Gejala umum ;

  • demam
  • kelenjar sakit dan bengkak di pipi, leher atau bawah rahang
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • kelelahan
  • kehilangan selera makan
  • sakit saat menelan
  • mulut kering
  • panas dingin

Biasanya gejala atau ciri ciri pada orang dewasa ataupun anak mulai hilang setelah 7 sampai 10 hari dan kebanyakan orang mengalami gejala, namun 15 sampai 20 persen orang tidak menunjukkan bukti infeksi klinis.

Penularan Virus

Virus gondong berada di lendir hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi, bersamaan dengan air liurnya. Saat pasien batuk atau bersin, teteskan semprotan ke udara sebelum lendir yang terinfeksi tersebut mendarat di hidung orang lain ataupun bagian tubuh lainnya setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi.

Virus gondong kemungkinan besar mudah menyebar di mana orang-orang berkumpul bersama melalui tetesan udara, kontak langsung dengan air liur atau sekret pernapasan. Hal itu bisa ditularkan juga melalui sentuhan dan batuk.

Resiko orang yang mengalami gondongan meningkat saat seseorang menghabiskan lebih banyak waktu dan memiliki lebih banyak kontak dengan pasien. Penderita sebaiknya menghindari kontak dekat dengan orang lain sampai setidaknya 3 hari sebelum terjadinya pembengkakan kelenjar ludah (parotitis) sampai 9 hari setelah pembengkakan.

Diagnosis dan Pengobatan

Untuk mendiagnosis gondongan, dokter akan menanyakan sejumlah pertanyaan tentang riwayat kesehatan seseorang dan melihat gejalanya. Mereka mungkin melakukan tes laboratorium, terutama jika gejalanya tidak jelas.

Selama gejala tersebut disebabkan oleh gondongan, maka diagnosa akan sangat mudah dilakukan. Namun, dokter akan melakukan pertimbangan pada beberapa kondisi lainnya yang tanda atau gejalanya menyerupai gondongan, termasuk:

  • Influenza (flu)
  • Infeksi bakteri pada kelenjar parotid
  • Tuberkulosis
  • Leukemia
  • limfoma Hodgkin
  • Reaksi obat
  • Kehamilan
  • Lupus
  • Mononucleosis (mono)
  • Tumor kelenjar parotid
  • Sarkoidosis
  • Penyakit kucing-goresan
  • Limfoma
  • Selulitis
  • Diabetes
  • Sindrom Sjogren.

Apabila dokter masih memerlukan bahan diagnosis, mereka biasanya mencari antibodi terhadap virus gondong itu sendiri. Selama masa ini, pasien harus banyak istirahat dan minum banyak cairan.

Pengobatan gondongan akan bekerja lebih efektif apabila berfokus pada bantuan gejala saat tubuh melawan virus yang disebut dengan perawatan suportif.

Pengobatan rumah untuk gondong meliputi:

  • Kompres hangat atau dingin untuk meringankan rasa sakit dan nyeri
  • Mengonsumsi makanan yang tidak perlu dikunyah seperti sup, sayuran tumbuk, atau oatmeal
  • Menghindari makanan asam seperti buah sitrus, karena ini bisa merangsang produksi air liur

Jika pasien mengalami demam 103 derajat Fahrenheit atau 39 derajat celcius atau di atas, kebingungan atau disorientasi, nyeri di perut atau testikel, atau sulit makan atau minum, segera bawa ke ahli medis darurat.

Komplikasi dan Pencegahan

Berapa Lama Gondongan Sembuh? Pada kebanyakan penderita, mereka sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu. Jika kondisi parah, maka bisa muncul komplikasi yang terkait dengan gondongan.

Ini termasuk:

  • Peradangan testis, yang disebut orchitis (ini terjadi pada 1 dari 4 pria dengan gondongan).
  • Ensefalitis, peradangan pada otak
  • meningitis, atau radang jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang
  • oophoritis, atau pembengkakan ovarium
  • mastitis, atau radang jaringan payudara
  • kehilangan pendengaran (tuli)
  • Abortus spontan yang terjadi pada ibu hamil, terutama pada awal kehamilan (keguguran)
  • Ketulian, biasanya pankreatitis permanen.

Sangat jarang, namun jika terjadi ini bisa berakibat fatal. Ada kemungkinan kecil bahwa jika gondongan terjadi selama kehamilan, hal itu bisa mempengaruhi janin. Namun, penelitian belum mengkonfirmasi hal ini.

Pencegahan adalah dengan melakukan vaksin campak, gondong, dan rubela (MMR) untuk dapat membantu mencegah penyakit ini. Vaksin tersebut memang tidak bisa sepenuhnya mencegah semua kasus gondong. Dua dosis MMR efektif 88 persen, dan satu dosis efektif 78 persen.

Metode pencegahan gondongan yang paling efektif pada orang dewasa adalah vaksin gondong. Dibutuhkan sekitar 2 minggu setelah vaksinasi gondongan sebelum tubuh Anda mengembangkan kekebalan terhadap virus. Jika Anda harus melakukan perjalanan ke daerah yang terkena dampak sebelum Anda memiliki kekebalan ini, cara untuk menghindari infeksi gondong meliputi:

  • Sering cuci tangan
  • Jangan berbagi peralatan makan atau wadah minuman
  • Hindari sumber air liur dari orang lain, seperti bersin atau batuk.

Hampir setiap penyakit memiliki pantangan seperti ada beberapa makanan yang tidak boleh dimakan saat gondongan, atau mungkin kebiasaan kecil yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatannya.

Contohnya, Anda harus menunda keinginan untuk mengkonsumsi jus buah karena bisa menyebabkan dehidrasi pada kelenjar parotid yang sedang membengkak. Jika tubuh terkena dehidrasi, maka aliran darah menjadi tidak lancar di daerah sekitar kelenjar dan bisa menimbulkan rasa linu dan nyeri menjadi lebih parah.

Bagaimana dengan usulan orang lain terhadap manfaat balu untuk gondongan? Itu sebenarnya hanya mitos. Bagi penderita gondongan yang sembuh dengan penggunaan blau, bisa jadi itu hanya kebetulan, karena secara umum gondongan merupakan jenis penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya.

Lalu bagaimana dengan larangan gondongan yang tidak diperbolehkan mandi? Menurut DR. Nadia Octavia, penderita gondongan tidak masalah jika ingin mandi. Jadi meski sedang mengalami penyaki gondonganpun, penderita tetap harus menjaga kebersihan diri.

Berapa Lama Gondongan Sembuh?

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *