Ternyata Pusar Dapat Mengeluarkan Cairan Berbau

Mengapa Pusar Berair dan Bau?

pusar mengeluarkan cairan berbau busuk

pusar mengeluarkan cairan berbau

Pusar mengeluarkan cairan berbau dan terasa gatal cukup banyak dialami oleh orang-orang mulai dari anak hingga orang dewasa termasuk wanita hamil, namun sedikit yang memeriksakan ini pada ahli medis. Mungkin bagi mereka ini menjadi hal yang memalukan, padahal ini bisa sangat membutuhkan perhatian medis sebelum menjadi suatu penyakit kronis.

Secara umum, pusar adalah tempat yang bermasalah karena merupakan kantong buta bagi tubuh kita. Pusar merupakan celah gelap yang lembab sehingga bisa menjadi sarang bakteri atau jamur berkembang.

Dengan seringnya air tertimbun di dalam pusar, bakteri dan jamur dapat berkembang pesat dan menimbulkan beberapa gejala buruk seperti pusar berair dengan bau busuk.

Sebenarnya bau busuk yang keluar dari pusar merupakan masalah yang sangat umum karena sebagian besar penyebab masalah ini dapat diobati sendiri di rumah. Setelah diobati secara efektif, hal ini dapat dicegah dengan sedikit perubahan pada perawatan kesehatan.

Apabila Anda melihat kotoran berwarna putih, cairan kuning, coklat atau merah (darah) dengan bau yang tidak sedap maka bisa menjadi pertanda bahwa pusar mengalami infeksi.

Jadi, Apa Penyebabnya?

  • Infeksi jamur

Pusar merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat mudah dijadikan tempat bersarangnya jamur. Jamur yang paling sering menginfeksi bagian ini yaitu candida albicans.

Candida dapat dengan mudah tumbuh di bagian tubuh yang lembab dan hangat seperti mulut, hidung, vagina, kandung kemih dan salah satunya pusar yang menimbulkan bau kurang sedap. Seringkali dengan gejala kulit pusar yang tampak memerah. Infeksi ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes, orang gemuk, dan orang yang sedang dalam penggunaan terapi antibiotik jangka panjang.

  • Infeksi bakteri

Apabila infeksi bakteri muncul di sekitar pusar, bau busuk menjadi gejala yang pertama. Pusar merupakan bagian tubuh yang bisa menjadi sarang 70 jenis bakteri.  Bakteri dapat menyebabkan nanah, dengan cairan berwarna kekuningan hingga kehijauan. Selain itu, pusar juga mengalami nyeri, pembengkakan juga keropeng di sekitar kulit pusar.

Untuk itu, pusar yang tidak dibersihkan dengan benar dari kotoran, sabun, keringat dan penumpahan sel kulit menumpuk, dapat memicu perkembangan bakteri yang juga menyebabkan rasa sakit kemudian kemerahan pada kulit pusar yang bisa terus menyebar ke area kulit sekitarnya.

  • Peradangan

Suatu peradangan juga dapat terjadi dari banyaknya penumpukan nanah dan jaringan yang terus meradang dengan bau busuk yang cukup menyengat. Biasanya bakteri anaerob menjadi salah satu penyebabnya.

  • Paparan sinar UV (Ultra Violet)

Ini bisa menjadi penyebab infeksi yang cukup berbahaya, yang rentan terjadi pada saat seseorang berjemur, berenang dibawah terik matahari, atau kegiatan lainnya yang membuat pusar terpapar sinar matahrai secara langsung.

  • Obesitas

Obesitas atau orang yang memiliki berat badan terlalu gemuk, termasuk kategori orang yang sangat mudah terkena infeksi pusar. Perut yang gendut dapat membuat lipatan lemak pada perut yang bisa lebih banyak meninggalkan kotoran sehingga pusar menjadi mudah lembab dan mempermudah bakteri atau jamur menginfeksi.

  • Komplikasi bedah

Infeksi di pusar biasanya merupakan komplikasi ligasi tuba, tapi pada saat pemberian ligasi tuba bisa menjadi satu-satunya prosedur laparoskopi. Akhir-akhir ini, ada prosedur bedah laparoskopi yang tak terhitung jumlahnya. Sayatan kecil dibuat di pusar untuk memiliki akses ke rongga perut. Begitu sayatan dibuat, dapat timbul risiko infeksi pada luka, atau drainase di pusar yang jauh lebih umum. Sekali lagi, tanda-tanda infeksi adalah pusar mengeluarkan cairan berbau, kemerahan, dan rasa tidak nyaman pada kulit.

  • Kista urachal

Janin yang berkembang di rahim ibunya, kandung kemihnya dapat terhubung ke tali pusar dengan sebuah tabung kecil yang disebut urachus. Biasanya urachus ditutup sebelum lahir, namun bisa juga gagal menutup dengan benar.

Pembentukan cairan didalamnya, bisa menjadi kista yang menimbulkan cairan berdarah yang bocor dari pusar Anda.yang disebut dengan kista didalamnya, bisa menimbulkan cairan berdarah yang bocor dari pusar Anda.

Gejala lain yang muncul, dapat berupa sakit perut, demam, munculnya benjolan di bagian perut atau rasa sakit saat akan buang air kecil.

  • Kista sebasea

Benjolan yang terbentuk dalam pusar yang bisa menguras melalui pori-pori terbuka di kulit bisa merupakan gejala dari kista sebaceous yang terbentuk dari kelenjar pelepasan minyak di kulit yang disebut kelenjar sebaceous.

Untuk mengatasi kista sebasea, biasanya ahli medis menyuntikkan obat kedalam kista untuk meredakan pembengkakan atau dengan membuat sayatan didalamnya untuk mengalirkan cairan. Sedangkan pilihan lainnya adalah dengan membuang seluruh bagian kista dengan operasi atau laser.

Diagnosa

Ahli medis biasanya akan melakukan pemeriksaan di daerah pusar Anda yang mungkin cukup bagi mereka untuk mendiagnosa penyebabnya. Jika masih dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, biasanya dokter mengeluarkan sedikit cairan dari pusar Anda untuk memberikan sampel ke bagian laboratorium.

Perawatan Dasar

Pada kasus infeksi jamur biasanya dapat diobati secara topikal atau dengan obat oral, begitupun dengan infeksi bakteri. Sebelum ke pengobatan, Anda bisa lakukan perawatan yaitu pembersihan dasar yaitu :

Saat mandi, bersihkan bagian pusar dengan sabun dan air secara perlahan, ini sangat efektif sebagai cara menghilangkan bau pada bagian dalam pusar. Setelah selesai, keringkan secara menyeluruh. Anda bisa menggunakan bantuan hair dryer, atau membiarkannya kering secara alami.

Adapun cara lainnya untuk mengeringkan kulit pusar adalah dengan :

  1. Ambil kapas, celupkan ke dalam larutan pembersih (alkohol, air garam laut, hidrogen peroksida)
  2. Gesek kapas di bagian pusar tanpa menggosoknya terlalu keras hingga benar-benar bersih.
  3. Keringkan menggunakan handuk lembut tanpa menyisakan lembab sedikitpun.
  4. Anda bisa mengoleskan salep atau cairan antibiotik secara tipis dna merata (untuk pusar yang terasa gatal dan terdapat cairan putih didalamnya).

Jangan gunakan lotion atau krim jenis lain di sekitar pusar karena bisa menimbulkan iritasi. Dan untuk menghindari pertumbuhan jamur yang berulang, bagi penderita diabetes yang memiliki pusar berair diharuskan untuk mengendalikan gula darah dalam tubuhnya karena itu bisa menjadi penyebab perkembangan yang pesat bagi jamur dan bakteri.

Hindari juga penggunaan pakaian ketat, yang bisa mengiritasi pusar Anda. Alih-alih memakai pakaian longgar dan nyaman terbuat dari serat alami seperti katun dan sutra. Anda juga bisa menghindari tindikan di pusar. Apabila Anda sudah terlanjur menindik pusar, jagalah selalu kebersihan pusar agar tidak terjadi infeksi.

Bagi Anda yang sedang mengalami pusar mengeluarkan cairan berbau dan terasa gatal, silahkan untuk mencoba Salep untuk pusar berair yang sudah terdaftar di Badan POM dan dijamin HALAL dengan khasiat yang sudah terbukti efektif.

testimoni

testimoni obat berkhasiat

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *