Efek Samping Callusol Untuk Mengobati Mata Ikan

Berikut ini adalah informasi seputar Callusol beserta efek Samping Callusol yang penting sekali untuk Anda tahu.

Efek Samping Callusol

Callusol merupakan jenis obat yang bisa digunakan untuk mengobati kulit kapalan, penebalan kulit, kutil juga mata ikan. Callusol ini berbentuk cair yang hadir dalam botol kecil.

Kandungan kimia yang terdapat dalam Callusol antara lain polidokanol, asam asetat dan asam laktat yang membuat kulit memutih kemudian akan terjadi penebalan dan pengelupasan kulit.

  • Polidocanol merupakan jenis obat anti pruritus dan bisa juga berfungsi sebagai anestesi lokal . Selain itu kandungan polidocanol mampu meredakan rasa gatal saat kulit mengering dan keras.
  • Asam laktat bisa berfungsi untuk melembabkan kulit dengan membentuk lapisan berminyak yang akan memerangkap air dalam kulit. Dengan begitu, kulit yang tadinya kering bisa menjadi lembut karena efek kelembaban asam laktat.
  • Asam salsilatnya adalah obat yang akan bekerja untuk melarutkan senyawa keratin penyebab pengerasan kulit sehingga kulit mudah dipisahkan dan kulit akan melakukan penipisan.

Callusol dapat membuat kulit menebal sementara yang nantinya bisa membuat kulit menipis, kemerahan, hingga lecet.

Kontraindikasi :

Ada beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan menggunakan callusol

  • memiliki alergi dengan bahan aktif yang terkandung dalam callusol
  • memiliki alergi dengan obat lain yang struktur kimianya menyerupai callusol, seperti aspirin
  • penyakit kutil di daerah wajah dan kelamin

Aturan Pakai :

  • Sebelum ditetesi cairan callusol, bersihkan daerah kulit yang akan diobati
  • Sediakan kapas atau kain kasa secukupnya
  • Perhatikan ukuran kapas atau kasa yang digunakan, jangan sampai terlalu lebar karena beresiko terkena daerah kulit yang sehat
  • Teteskan cairan callusol secukupnya pada kapas atau kain kasa yang tadi sudah disiapkan
  • Tempelkan pada kulit yang akan diobati kemudian tutup dengan plester
  • Ganti kapas setip habis mandi yaitu pagi dan sore hari
  • Ulangi hingga anda mendapatkan hasil yang diinginkan

Efek Samping

  • iritasi kulit
  • rasa terbakar
  • kulit mengelupas
  • ruam kemerahan
  • gatal-gatal
  • kulit tampak bengkak
  • pusing
  • infeksi nanah (jarang terjadi)

Perhatian !

  • callusol hanya digunakan untuk pengobatan kulit luar
  • tidak boleh mengenai daerah kulit yang sehat
  • cairan callusol tidak boleh mengenai mata apalagi selaput lendir
  • tidak bisa digunakan untuk menipiskan tahi lalat ataupun tanda lahir
  • hindari penggunaan pada bayi juga anak-anak
  • tidak boleh digunakan pada penderita gangguan ginjal
  • hentikan pemakaian jika terjadi iritasi ataupun reaksi alergi pada kulit.

Callusol Untuk Mata Ikan

Penyakit mata ikan yang istilah medisnya dikenal dengan clavus adalah jenis penyakit kulit yang terjadi karena adanya suatu gesekan atau tekanan pada benda yang keras yang membuat kulit menjadi lebih tebal.

mata ikan

Jika penebalan kulit terjadi pada daerah kulit yang lembab dan membuatnya mengeras, maka disebut sebagai keratinous plug.

Sebenarnya, penebalan tersebut bisa membantu dalam proses perlindungan kulit secara alami.

Namun jika penebalan terus meluas, maka kulit bisa mengalami peradangan dan menimbulkan rasa nyeri.

Gejala yang ditunjukan berupa tonjolan kulit dengan titik yang ada di tengahnya yang tampak seperti mata ikan namun akan terasa sakit jika disentuh.

Terdapat kalus atau kulit yang menebal yang pertumbuhannya menonjol ke dalam.

Selain terjadi penebalan, ada bagian yang terlihat menghitam dimana sebagiannya seperti benih kutil yang menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah.

Penebalan kulit tersebut bisa memicu timbulnya mata ikan yang menjadi penyebab rasa nyeri.

Sedangkan bentuk mata ikan tersebut, bisa dipengaruhi oleh jenis alas kaki yang digunakan penderita, cara berjalan hingga berat badan penderita.

Jika kondisi mata ikan sudah parah, tak jarang penderita juga mengalami borok di kulit sekitar mata ikan. Mata ikan itu sendiri bisa muncul pada telapak kaki atau darah sekitar tumit.

Jenis Mata Ikan

  1. Mata ikan yang lunak. Memiliki warna keputihan yang teksturnya lunak. Biasanya lebih sering muncul di bagian jari kaki akibat jari kaki sering berada pada kondisi basah karena keringat. Mata ikan lunak lebih mudah terinfeksi bakteri dan jamur karena kondisi kulit kaki yang lembab.
  2. Mata ikan keras. Ukuran mata ikan pada jenis ini seringkali mirip seperti kacang yang muncul berupa tonjolan keras dan kecil pada titik kecil di tengahnya.

Keduanya sama-sama menimbulkan nyeri ketika ditekan atau disentuh sekalipun.

Penyebab dari mata ikan yaitu disebabkan oleh virus human papilomavirus (HPV) yang bisa masuk melalui luka kecil yang terdapat dalam kulit.

Perkembangan HPV sangat bergantung pada kekebalan tubuh setiap orang. Jadi jika sesorang memiliki kekebalan tubuh yang rendah, HPV ini akan berkembang dengan pesat.

Penularan virus HPV akan cepat terjadi. Kecelakaan sesaat saat Anda mengalami luka terbuka di kulit telapak kaki, seperti kulit yang retak karena kulit kering, luka terbuka, kulit basah, lembab, lembut dan rapuh karena terlalu lama diobati.

Tips Pencegahan Penyakit Mata Ikan

  • hindari berjalan tanpa menggunakan alas kaki
  • rajin merawat kebersihan kaki
  • rutin membersihkan kaos kaki atau sepatu yang sudah kotor dan tak layak pakai
  • tidak mengikis sendiri kulit sekitar mata ikan

Meski secara umum mata ikan bisa sembuh dengan sendirinya, namun yang harus Anda ketahui adalah penyembuhannya akan membantu mengurangi risiko penyebaran dan juga meningkatkan jumlah mata ikan.

Bagi Anda yang membutuhkan saran pengobatan yang lebih aman dan efektif mengatasi mata ikan yang kini sedang Anda alami, silahkan klik Obat Mata Ikan di Telapak Kaki yang bisa Anda gunakan sebagai pengobatan dalam (obat minum) dan pengobatan luar (salep) sehinga mata ikan bisa segera sembuh secara optimal tanpa khawatir ada akar yang tertinggal.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *